Waspada Terhadap Penyakit Pes Ini

house mouse (Mus musculus) on white background

Pexels.com

Pengerti penyakit pes atau disebut juga dengan sampar (plague) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Penyakit ini bisa berasal dari gigitan pinjal (sejenis serangga) yang terpapar bakteri, setelah serangga menggigit hewan yang terinfeksi. Penyakit pes bisa menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani dan diobati dan termasuk penyakit yang berkembang cepat. Pada tahun 2007, penyakit pes menai penyakit yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Tingkat kematian berkisar hingga 80 %. 

Bakteri yersinia pestis umumnya ada di hewat pengerat contohnya bajing, tupai dan tikus. Bakteri itu bisa memasuki tubuh manusia ketika terdapat kontak dengan hewan yang terinfeksi bakteri tersebut. Kontak tersebut berupa kontak tidak langsung seperti gigitan pinjal yang hidup dari hewan pengerat dan kontak langsung berupa darah hewan yang terinfeksi masuk ke kulit manusia yang mempunyai luka. Beberapa kondisi ini bisa meningkatkan resiko bagi seseorang untuk mengalami penyakit pes : 

  • Bepergian ke tempat yang terdapat infeksi pes
  • Melakukan kegiatan di alam terbuka
  • Melakukan kontak dengan hewan yang mati atau terinfeksi pes
  • Mempunyai profesi sebagai perawat atau dokter hewan
  • Tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk dan terdapat populasi hewan pengerat yang banyak

Penyakit pes bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : pes pada paru – paru (pneumonic plague), pes pada aliran darah (septicemic plague) dan pes pada sistem limfatik (bubonic plague). Gejala umum dari penyakit pes misalnya gejala yang mirip flu seperti demam yang dialami selama 2-6 hari setelah mengalami infeksi. Gejala penyakit pes bisa bervariasi tergantung pada organ yang terinfeksi bakteri ini. 

Gejala pes berdasarkan jenisnya : 

  • Pes di sistem limfatik (bubonic plague)

Jika penyakit pes terjadi di sistem limfatik, gejala yang ada seperti limfadenopati atau pembesaran kelenjar getah bening (KGB) pada lipatan paha, ketiak, dan leher yang berukuran sebesar telur ayam. Benjolan ini terasa hangat dan lunak. Gejala utama itu juga dilengkapi dengan gejala lain seperti kejang, nyeri otot, lemas, pusing, menggigil dan demam.

  • Pes di aliran darah (septimic plague)

Infeksi bakteri bisa menyebabkan kematian meskipun gejala belum terjadi. Jika penyakit pes terjadi di aliran darah, gejala yang terjadi yaitu gangrene, syok, pendarahan, lemas, demam, mual dan muntah, diare dan nyeri perut. 

  • Pes di paru – paru (pneumonic plague)

Penyakit pes jenis ini penyebabnya adalah bakteri yang menyebar hingga paru – paru. Penyakit pes jenis ini merupakan yang paling jarang terjadi tetapi bisa mengakibatkan kematian. Gejala yang terjadi berupa tubuh terasa lemas, batuk darah, sesak nafas, mual dan muntah, pusing dan demam tinggi. Perkembangan dari gejala penyakit pes ini sangat cepat hingga menyebabkan syok dan gagal nafas setelah 2 hari mengalami infeksi. 

Karena pengertian pes adalah penyakit yang berkaitan dengan hewan, maka diagnosis penyakit ini membutuhkan pemeriksaan fisik dan wawancara yang berkaitan dengan gejala ang terjadi. Pemeriksaan fisik berguna untuk mengecek keberadaan pembesaran di bagian kelenjar getah bening dan memeriksa keadaan paru – paru. Pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri penyebab pes di dalam darah. Sampel darah dari kelenjar getah bening yang bengkak akan diambil untuk mengetahui adanya kemungkinan penyakit pes yang menyerang sistem limfatik. 

Pada bagian paru – paru, langkah yang dilakukan yaitu pengambilan sampel yang berasal dari lendir saluran pernafasan melalui metode bronkoskopi. Hasil pemeriksaan akan diketahui maksimal 2 hari. Namun, jika pes sudah dialami pengidap, maka pemberian obat – obatan diperlukan meskipun hasil pemeriksaan belum keluar. 

 Penyakit pes bisa menyebabkan komplikasi berupa : 

  • Peradangan penyakit otak
  • Jaringan tidak berfungsi karena aliran darah ke jari – jari tangan dan kaki terganggu

Penyakit pes bisa diobati menggunakan antibiotik contohnya gentacimin dan ciprofloxacin. Jika tidak segera diatasi dan diobati, penyakit pes jenis bubonic plague dapat menjadi lebih parah. Pengobatan dengan cairan infus, oksigen dan alat bantu pernafasan dilakukan untuk penyakit pes jenis septicemic dan pneumonic.  

Sumber : 

www.halodoc.com

www.alodokter.com

Read More